Kerja Tim (Team Work)

people-1458971

Saya kerja kantor 18 tahun dan mencoba berbisnis sudah 4 tahun.

Dua-duanya sama-sama melibatkan ratusan orang bahkan lebih.

Dari 2 kerjaan ini membuat saya mengamati apa sih kerja tim itu sebenarnya?

Apakah fungsi seorang atasan atau bos? Lalu apa fungsi bawahan?

 

Perlu di garis bawahi disini, saya menulis berdasarkan pengamatan saya ya… bukan untuk menilai seseorang tertentu.

Yaaahh menulis hanya karena kurang kerjaan ajah:D

 

OK kembali ke note (bukan ke laptop karena saya bukan Tukul :p )

 

Yang saya amati, kadang ada kesalahan bersikap dari seorang atasan/pimpinan dalam suatu kerja atau bisnis.

Atasan mempunyai kewenangan untuk memberi petunjuk, membimbing, mengarahkan, lalu memutuskan.

Bukan memberi tugas, melepas tanggung jawab lalu meninggalkan dengan alasan “sibuk”.

Kalo ada kesalahan, siapa yg akan bertanggung jawab? Atasan!

 

Bawahan juga kadang bersikap yang salah; yg penting dikerjakan, entah benar atau salah, tanpa memberi masukan, setelah selesai tinggalkan.

 

Idealnya menurut saya, atasan memberi suatu tugas dengan membiasakan pembimbingan, ya paling ngga ada feed back atas apa yg di kerjakan oleh si bawahan. Jangan pula setiap pekerjaan langsung lempar kebawahan.

Bawahan juga jangan “sok”.. sok ga bisa biar ga dkasih kerjaan, sok banyak kerjaan, sok lain-lain deh.. jangan ngasal. Tunjukkan kita adalah bawahan yang berkualitas.. HIDUP BAWAHAN!! #nahloo

 

Hati-hati lo, bawahan akan menjadi lebih pintar dan lebih kritis dan lalu kredibilitas atasannya akan diragukan (ih bahasanya berat hihihi)

 

Sekian..  :D

 

PS. Posting dari my new Asus #sombong

Test Posting

Ini posting dari hape sangat sangat jadul sayah.. Samsung seri C berapa saya lupa hihihi.. Dan mohon di maklumi, tombol enter nya ga nyala, jadi kita sambung aja kayak kereta api yaa😀 terbaca dengan bagus kah? Btw, saya menulis ini dalam kondisi sakit kepala berat.. Kopi dah hampir segelas tapi belum sembuh juga hiks..

Lombok, Tempat Yang Tidak Terbayangkan (1)

Lombok, Tempat Yang Tidak Terbayangkan << Kenapa saya pake judul ini??

Ya emang ga ngebayangin tadinya Lombok itu seperti apa..
dan kenapa pake angka 1, karena ini cerita hari pertama disana😀

Ke Lombok ini Kebetulan punya tabungan dan kebetulan mendadak teman-teman ngajakin ke Lombok ya hayukkk..
Kebetulan dapat itinerary yang cukup padat, kebetulan semua jadual diatur oleh travel, kebetulan dikasih fotografer khusus jadi cuma pasang badan dan foto bermunculan, dan Kebetulan nya lagi diriku emang sangat sangat sangat ingin liburan.
kebetulannya serba kebetulan yaaa #halah hihihhi

Disini saya agak terpengaruh dengan Nuansa Bali. Jadi yang terpikir Lombok ya mirip Bali. Agak mikir kalau mau cari Halal Food, agak bingung ntar kalau mau shalat gimana de el el.
Sampai sana alhasil, saya SALAH.

Depan Kamar Hotel

Depan Kamar Hotel

Kesan pertama sampe di Lombok adalah tempatnya sepi, ga ada macet, kanan kiri jalan pemandangannya menghijau, yang kebetulan driver yang jemput ambil jalan by pass, tidak lewat kota Mataram, karena hotel temapt menginap ada didaerah Senggigi, persis ditepi pantai.
Dari depan kamar hotel terlihat laut luas, dengan view Gunung Agung-Bali yang terlihat di Kejauhan.
Di kamar hotel disediakan sajadah + Al Qur’an, karena Lombok disebut kota seribu masjid, dan dalam waktu dekat khabarnya akan dibuka Pantai Khusus Wanita

Hari pertama perjalanan menuju ke Pantai-Pantai >> Pantai Mawun, Tanjung Aan, Pantai Kuta Lombok.

pantai mawun

Pantai Mawun

Pantainya keren-keren banget, tapi panasnya Luar Biasa. Sunblok dan kacamata hitam gak boleh kepisah dari tas kalau kesini. Pantainya sepiiii, tapi yang jualan buanyaaaaakk dan dikejar-kejar. Jadi mending ga usah beli deh. 1 dibeli, yang 10 datang minta dibeli juga. Dan WAJIB nawar yaaa.. bahkan Kelapa Muda juga wajib nawar << yang ini kita gak tau, kena 15.000 sebiji padahal normal cuma 5000.

Lanjut ke Desa Sade, tempat pemukiman para suku sasak. Disini ngeliat tata cara hidup mereka, yang ngepel rumah dengan kotoran kerbau (diijinkan masuk kerumah ini, tapi alhamdulillah sandalnya gak mau lepas dari kaki jadi permisi aja numpang lewat didepan rumah #alasan😀 ), hasil tenunan mereka juga bagus-bagus..

Desa Sade

Desa Sade

Arah pulang sempat mampir di toko Mutiara dari yg high class sampe low class. Ada gitu ya mutiara yang harganya Rp. 26.000.000,- Setelah liat label harganya saya langsung cari kursi buat duduk. Mendadak pening dan penglihatan agak kabur..

Nah yang lucu di hari pertama ini adalah saat mau makan malam.
Driver menurunkan kami disebuah rumah makan. Kami diantar ke meja yang agak belakang.
Dan cuci tangan, duduk, piring+air mineral juga dah datang..
Sekitar 5 menit lebih, driver datang dan ngomong “Maaf, karena saya masih terobsesi dengan tempat ini karena habis makan kemarin disini, ternyata, kita salah tempat makan.. Yang saya pesan bukan disini tapi di RUMAH MAKAN SEBELAH..
Jiaaahhhhh… malu?? Alhamdulillah enggak.
Cuma lucuuuuu… wkwkwkwk…
Cerita hari kedua menyusul😀 #SemogaRajin

PS. cek disini untuk tau tentang Lombok
Dan foto-foto dari FB Dwi Lestari (foto saya masih di SD card, lagi males memindah & kami kan pergi bareng hihihi #pentingdiketahui)