N-Y-A-M-U-K

Ada yg berpikir judul diatas adalah singkatan?
Selamattttt… anda terlalu banyak berpikir hihihi..

Musuh saya selain ular, kelabang dan kaki seribu adalah Nyamuk.
Kadang mikir juga sih, kenapa nyamuk?

Yah yang pasti karena dia menggigit dan menimbulkan gatal.
Gatal nya ini yg gak tahan 😦

Tapi terkadang saat keinginan untuk “donor darah” saya cukup tinggi, saya menahan rasa gatal dan  menahan keinginan menggebu untuk memukul, memencet dan menghancurkan tulang belulang nya, hanya untuk membiarkannya menghisap darah sampe kenyang, ga bisa terbang lagi sampai-sampai mengangkat sayap pun ga sanggup.

Dan karena saya tau, sebentar lagi dia akan mati #edisiSADIS

Sekian!

#EfekLiburDiRumahAjah

Penyalahgunaan Kalimat

Sepertinya mood saya kurang bagus sekarang. Tapi daripada saya berkoar-koar tidak jelas di sosial media atau dimanapun, mending saya menulis disini kan?? 😀

Ada beberapa percakapan yg saya ga tau gimana harus melanjutkan apabila sudah muncul kalimat-kalimat ini:
>>waduh maaf, anak ku sakit
>>inshaaAllah ya
>>mungkin bukan rejeki
>>sebenarnya mau tapi belum sempat
dan seterusnya…

Terlalu sering mendengar kalimat-kalimat itu pada orang yg sama dan lalu melihat sosial media mereka berlawanan dengan apa yg menjadi alasannya membuat saya mau ga mau berpikiran negatif..

Sifat orang timur mungkin ya yg susah mengucapkan kata penolakan.
Orang-orang barat, mereka lebih terbuka untuk bilang “tidak”

Jadi ingat ceramah pagi di salah satu stasiun TV yg membahas kata “inshaaAllah”.
Menurut beliau, penyebutan kata InshaaAllah itu apabila kita 99% menyetujui dan 1% nya diserahkan kepada Allah.

Kita, manusia, kadang mengucapkan InshaaAllah yg sebenarnya “gak pingin”datang.

Misal:
Tanya: Besok datang ya ke acaraku?
Jawab: InshaaAllah
(Dalam hati, males ah, besok mau ke mall)
Lah, kenapa gak bilang aja “maaf ga bisa datang ya”

Hanya sebuah renungan untuk diri sendiri agar menjadi lebih baik.

Silakan orang lain melakukan kesalahan, tapi kita JANGAN..

Berusahalah untuk menjaga lisan menjadi lebih baik disetiap detik nya..

**efek merasa dah tua**
#AllAboutMe

Kerja Tim (Team Work)

people-1458971

Saya kerja kantor 18 tahun dan mencoba berbisnis sudah 4 tahun.

Dua-duanya sama-sama melibatkan ratusan orang bahkan lebih.

Dari 2 kerjaan ini membuat saya mengamati apa sih kerja tim itu sebenarnya?

Apakah fungsi seorang atasan atau bos? Lalu apa fungsi bawahan?

 

Perlu di garis bawahi disini, saya menulis berdasarkan pengamatan saya ya… bukan untuk menilai seseorang tertentu.

Yaaahh menulis hanya karena kurang kerjaan ajah:D

 

OK kembali ke note (bukan ke laptop karena saya bukan Tukul :p )

 

Yang saya amati, kadang ada kesalahan bersikap dari seorang atasan/pimpinan dalam suatu kerja atau bisnis.

Atasan mempunyai kewenangan untuk memberi petunjuk, membimbing, mengarahkan, lalu memutuskan.

Bukan memberi tugas, melepas tanggung jawab lalu meninggalkan dengan alasan “sibuk”.

Kalo ada kesalahan, siapa yg akan bertanggung jawab? Atasan!

 

Bawahan juga kadang bersikap yang salah; yg penting dikerjakan, entah benar atau salah, tanpa memberi masukan, setelah selesai tinggalkan.

 

Idealnya menurut saya, atasan memberi suatu tugas dengan membiasakan pembimbingan, ya paling ngga ada feed back atas apa yg di kerjakan oleh si bawahan. Jangan pula setiap pekerjaan langsung lempar kebawahan.

Bawahan juga jangan “sok”.. sok ga bisa biar ga dkasih kerjaan, sok banyak kerjaan, sok lain-lain deh.. jangan ngasal. Tunjukkan kita adalah bawahan yang berkualitas.. HIDUP BAWAHAN!! #nahloo

 

Hati-hati lo, bawahan akan menjadi lebih pintar dan lebih kritis dan lalu kredibilitas atasannya akan diragukan (ih bahasanya berat hihihi)

 

Sekian..  😀

 

PS. Posting dari my new Asus #sombong