Perjalanan Akhir Tahun 2009

Pengalamanku di tahun 2009 ditutup dengan perjalanan ke pulau Jawa. Sebuah tour akhir tahun yang EO kami-merangkap bendahara dan lain-lain- sebut sebagai “Tour Joglo Semar”-Jogja, Solo, Semarang 🙂 yang sangat perlu persiapan sematang-matangnya karena berangkat pada puncak-puncaknya liburan, tanggal 22-27 Desember 2009.

Tour ini di lakoni oleh 7 orang + 1 supir yaitu :

  • Adi, yang nunggu di Semarang
  • Mina, Rina dan Anna, yang berangkat dari Banjarmasin ke Semarang via udara, gabung tanggal 22
  • Joko, berangkat dari Jogja ke Semarang lewat darat, gabung tanggal 22.
  • Emil, berangkat dari Jakarta ke Semarang lewat darat, gabung tanggal 23.
  • Yudhi, nunggu di Jogjakarta menuju Solo, bergabung tanggal 24 sore.
  • Pak Tedi, supir kami gabung dari tanggal 23.

Oke, disini saya mau berbagi sedikit tentang kota-kota yang kami singgahi. Perlu diketahui, kali ini saya ga bawa kamera sehingga foto-foto yang ada disini adalah hasil jepretan dari kamera Adi, Mina dan Yudhi.

Semarang hari pertama
Sebuah kota yang cukup panas di bulan Desember. Namun tata letak bangunannya cukup mengagumkan, terutama daerah Semarang atas, dimana rumah-rumah yang berada lebih tinggi dari jalan dibuat cukup mengagumkan. Keren deh… Ada juga rumah-rumah yang dibangun di sisi-sisi bukit dari bawah keatas, keren abis. Sayang kami tidak mendokumentasikannya.

Lawang Sewu
Sebuah bangunan tua bekas perkantoran kereta api. Kami ketempat ini sekitar pukul 21.00 wib lewat lah, sempat merasa ada yang lewat dibelakangku dilantai 2 gedung itu, seram ga tuhh…
Sebelumnya sempat jalan-jalan di sekitar Simpang 5 Semarang. Gila aja ya, malam rabu kayak malam minggu-kalo di Banjarbaru-, ramenyaaa.. Orang-orangnya pada ga liat speedometer lagi kalo bawa kendaraan, kenceng bangettt… Jadilah saat menyeberang pada pegang-pegangan 😀
Oh ya, dari lawang sewu juga sempat foto-foto di Tugu Muda, taman depan lawang sewu

Semarang hari kedua
Menuju ke Pagoda Avalokitesvara Watugong. Pagodanya keren… bersih banget, dan mirip dengan di Thailand ga sih??? Hayo sapa yang pernah ke Thailand? Bandingkan deh. Mirip kan….. 😀

Selanjutnya, Sidomukti-Bandungan, mo outbound di Ragentar. Kebetulan yang dibuka cuma flying fox 100 m dan 60 m, marine bridge, dan ATV. Selain Joko, kita-kita coba flying fox 100m dan marine bridge.
Gimana rasanya flying fox?? Cukup menegangkan, tapi seru… terutama saat sampe diujung, terasa terlempar.
Marine Bridge? Wah, uji kekuatan bener deh.. Kalo coba permainan ini, sekali jalan, jangan coba berhenti untuk duduk di Jembatan, karena sekali duduk akan terasa capek banget same pingin duduk terus.
Tips: berjalanlah hanya di satu jalur tali, jangan tergoda untuk pindah jalur dan cobalah untuk berpegangan dengan satu tangan saja, tangan yang lain untuk keseimbangan. Pasti gampang.
Cuma jangan kaget saat sampai diseberang, kaki-dari bawah sampe paha- akan gemetaran hehehe… Dan penderitaan pun belum berakhir karena kalau ingin pulang kita harus keatas lagi dan naik tangga tanah yang cukup menguras tenaga.

Candi Gedong Songo. Dinamakan gedong songo karena dulunya memang terdapat 9 candi, namun seiring berjalan waktu, candinya yang terlihat hanya 5 buah, yang 4 menghilang tanpa bisa dijelaskan.
Sebelum masuk dengan kaki yang sudah cukup capek, saya sempat berpikir “ahh cuma 5 candi, pasti bisa dilihat semua..” tapi ternyata antara 1 candi dengan candi lainnya berjarak sekitar 500 m – 1 km dengan jalan tangga menanjak. Bisa dibayangkan pegelnya kan??
Sampe candi 1, langsung terus naik ke candi 2 (tanpa foto-foto).
Di candi 2, napas sudah separuh karena capek, dingin dan udara diatas yang mulai menipis-saya rasa- sehingga harus berselonjor kaki direrumputan depan candi.
Naik ke candi 3 (hanya karena ingin agar tidak menyesal karena jauh-jauh dari Kalimantan masa ga sampe abis liat tuh candi…) sudah ga kuat lagi.
Dengan alasan cuaca yang tidak mendukung, gerimis…. Kita langsung turun gunung.

After lunch, perhentian selanjutnya Klenteng Sam Poo Kong. Sebuah tempat persembahyangan umat Budha dengan bangunan yang cukup mengagumkan dengan banyak patung yang mengelilinginya.

Berikutnya Kawasan Kota Lama dan Gereja Blenduk. Apa yang menarik disini? Gedung-gedung tua yang tetap dilestarikan lah yang membuat tempat ini menarik. Coba liat deh…. Gedung seperti itu ada yang merupakan sebuah gereja, bank, kantor pengacara dan sebagainya, tanpa ada perbaikan cat di bagian luar. Tidak terkesan kumuh karena daerah disekitar gedung terawat bersih. Foto-foto untuk pre wedding mungkin bagus, terkesan tua.. **loh**
Nah untuk foto yang ini, bagi kalian yang tinggal di Banjarmasin, coba tebak saya terlihat seperti dimana?? 🙂

Masjid Agung Semarang. Masya Allah bagus banget masjidnya, bersih dan luas…. Sayangnya saya ga bisa masuk ke dalam karena dalam keadaan berhalangan saat itu.

Kuliner di Semarang :

  • Nasi Gandul khas Pati, depan Telogorejo (sekali merasakan pasti akan ketagihan, Tanya teman-teman saya deh)
  • Es Puter Cong Lik (2 tempat diatas di pilih berdasarkan rekomendasi Pak Bondan hehe..)
  • Pusat Oleh-oleh Pandanaran (Lumpia en Bandeng Presto Semarang)
  • Warung Burjo Songosari (yang buka 24 jam.. Bagi yang ga bawa kendaraan, dari tempat ini susah cari angkutan)

Ambarawa
Dari Semarang kami mampir di Museum Kereta Api Ambarawa. Tempatnya kecil saja, tapi banyak tempat buat foto-foto. Sempat naik lori juga sekitar setengah jam, mengelilingi desa dengan pemandangan sawah + gunung di kanan kiri. Sejuk…

Kuliner :

  • Nasi Pecel Bu Sumo
  • Serabi Tuntang Ambarawa (dengan berpuluh-puluh penjual dipinggir jalan tentu persaingan makin besar tapi bertahun-tahun mereka tetap bertahan, salutt…)
  • Tahu Baxo Bu Puji

Tadinya kami mo arung jeram di Magelang, tapi karena debet air yang rendah karena dah sebulan Magelang tidak diguyur hujan, maka arung jeram tersebut urung dilakukan. Mungkin lain kali..
Rencana dialihkan mo liat Air terjun kedung kayang, di daerah ketep, tapi karena sudah sore dan kabut dah cukup tebal. Hal itu juga urung dilakukan karena tidak memungkinkan untuk melihat air terjun di keadaan seperti itu.

Solo
Daerah Sarangan mengunjungi Telaga Pasir. Sayang tiba disini sedang dalam keadaan hujan. Sempat naik speedboat dan berputar satu kali di Telaga.

Air Terjun Grojogan Sewu di Tawang Mangu. Wah jalan menuju ke tempat ini keren banget. Daerah puncaknya Jawa Tengah deh. Mata yang ngantuk karena obat anti mabuk ga bisa membuat saya tidur karena takut terjadi sesuatu, jalan menanjak gunung berliku-liku ditambah keadaan yang berkabut dengan jarak pandang ga sampe 100 m, bikin mata seger seseger-segernya.

Masih dalam keadaan gerimis plus semangat yang dikobar-kobarkan, kami menuju air terjun yang berada di jantung gunung, dengan sesekali terlihat kawanan monyet menemani perjalanan. Capek memang tapi ketika sampe dan melihat air terjunnya, kaki yang-lagi-lagi- gemetaran ga terasa lagi. Bagus banget!! Dingin.. Bikin basah kuyup berada didekatnya, padahal nyebur gak mandi nggak 😀

Kuliner di Solo :

  • Galabo Foodfestival (yang buka dari pukul 15.00 wib sampe pukul 24.00 wib kalo ga salah)
  • Sarapan Soto Gading atau Timlo, Selat Solo, Sop Bunga Matahari
  • Sop Buntut dan Pecel Bu Ugi di Tawang Mangu

Jogjakarta
Beberapa kali ke Jogja, gak pernah liat jogja sepadat kemarin itu. Penginapan yang susah dicari sehingga membuat kami menginap di 2 hotel dalam 2 malam. Malioboro, sesak.. Jalanan macet.. Disini saya sempat ke daerah Kaki Gunung Merapi di Kaliurang. Bagus tempatnya, sayang air terjunnya ga terlalu bagus, mungkin karena dah beberapa minggu ga hujan di Jogja, namun karena tempat ini bukan hanya air terjun yang menjadi sasaran wisata tapi penjelajahan gunung nya lah yang jadi tujuan maka pengunjungnya cukup banyak.

Dengan gerimis dan orangnya, daerah kaliurang cukup menimbulkan kesan 😀

Puihh… Mengingat dan membayangkan lagi perjalanan kemarin itu aja dah membuat capek tapi senang sekaligus sedih. Pingin lagi…. 😦 😦

Advertisements

7 responses to this post.

  1. wew…mb ann tiap jalan2 ke jogja nda bilang2.. 😦

    Reply

  2. Posted by anna on January 7, 2010 at 11:00 am

    waduh, lagi2 lupa.. 😀 **kebiasaan**
    malam br sampe jogja dah capek bgt, bsknya jalan lg..
    Insya Allah lain kali ya 😀

    Reply

  3. Ndak ngajak-ngajak!!!

    Reply

  4. Dirimu ga bilang mo ikut sie..

    Reply

  5. ini mirip savari harmoko 😀

    Reply

  6. aku sukaaa nasi gandul, aduh makanan itu addictive banget.

    Reply

  7. wwwaaaahhhhh.. asyik tuh jalan-jalane…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: