OSHIN

Senangnya kembali bisa nge blog, senang banget juga masih ada teman-teman yang mampir kesini. Namun dunia per-blog-an dah mulai sepi yaa…. sepertinya pada asyik facebook-an nih. Saya juga nyoba tapi bingung, dan akhirnya cuma liat-liat orang ajah dan kembali lagi kesini, ke blog tercinta hehehe..

Oke, kali ini mo sedikit tukar cerita tentang OSHIN.

oshinSiapa yang tidak tahu dia? Pasti kalian masih ABG yah hehehe.. Maaf, bukan bermaksud mengatakan saya tua **loh** ๐Ÿ˜€ Film serial ini sama ajah seperti telenovela-kalau dari amerika latin sono- atau sinetron โ€“seperti di Indonesia sini. Serial yang ceritanya menceritakan kehidupan seseorang dari kecil sampai tua yang hidup dijaman dulu saat peperangan di Jepang. Suatu cerita yang cukup menguras air mata haru. Serial yang sudah dibuat berpuluh tahun lalu ini masih membekas diingatan orang-orang yang pernah menontonnya seperti saya yang mana saat itu dulu yang ada di televisi hanya TVRI yang kadang bagus, kadang tidak, yang nontonnya juga pada kumpul semua keluarga dan tetangga karena yang punya tivi cuma sedikit. Jaman dulu banget kan ๐Ÿ™‚

Sekarang, kembali saya nonton serial ini yang diputar hanya setengah jam setiap hari senin sampe jumโ€™at dan jam tayangnya juga cukup membuat saya harus ngebut naik motor pulang kerumah karena waktunya mepet banget dengan jam bubaran kantor, namun baru-baru ini jam tayangnya pindah lagi ke pukul 20.30. Dan karena hanya setengah jam, sering jadi kesal dan penasaran dengan jalan ceritanya-padahal dulu pernah nonton-.

Gaya cerita Jepang yang kadang ekspresinya cuma diam aja sudah cukup bikin dada sesak pingin nangis, apalagi saat lihat kehidupannya sewaktu kecil yang membantu orang tua nya sehingga rela โ€œdijualโ€ sebagai budak demi kelangsungan hidup keluarganya. Cerita remajanya juga cukup membuat kita-kita sebagai cewek kagum dengan ketegarannya, keikhlasannya melepaskan cinta pertamanya direbut oleh majikannya sendiri, kenekatannya menikahi cinta keduanya tanpa restu orang tua, kekuatannya menghadapi kemiskinan hidup.

Ada beberapa cerita nya yang membuat saya mengoreksi hidup saya. Tentang Oshin-yang sedang hamil 3 bulan- dan suaminya yang usahanya mengalami kebangkrutan akibat perang pada tahun 1922. Uang tidak ada, beras habis, segala makanan juga habis, hanya ada air. Dengan ceria dan tersenyum dia bilang pada suaminya: โ€hari ini kita kehabisan beras, mungkin kita akan kelaparan. Sebaiknya kita cepat tidur, karena kalau tidur larut malam maka kita akan merasa lapar. Ayo tidur….โ€

Dia tidak mengeluh pada suaminya. Tidak bilang mo minta uang karena dia tau suaminya tidak punya uang, tidak juga bilang kalau dia lapar, dan tidak juga berniat untuk berhutang karena takut tidak bisa membayar. Namun dengan berkata begitu membuat suaminya berpikir untuk lebih giat cari uang dengan kesadarannya sendiri demi anak dan istrinya.

Keren banget kan cara itu…. Tipe cewek pengabdi pada suami ๐Ÿ™‚

Sedangkan dijaman sekarang, dalam sebuah keluarga, kalau suami ga punya uang, pasti bakal ada pertengkaran, ribut-ribut, ngutang sana sini yang ujung-ujungnya bercerai.

Suatu serial tivi yang patut dijadikan acuan, bahwa tidak hanya tentang cinta, hantu, atau seks yang bisa dijadikan cerita tapi juga tentang hidup. Mungkin karena itu, film Laskar Pelangi begitu hebohnya ditonton banyak orang karena tanpa disadari, masyarakat sudah mulai bosan dengan cerita yang berkutat di 3 hal itu. Cinta โ€“ Hantu โ€“ Seks.

Advertisements

17 responses to this post.

  1. Itu adalah salah satu contoh istri yang baik dan pengertian sama suami…

    Reply

  2. yah beginilah perfilman indonesia cinta-hantu-sex…. gk ad yang lain nya toh..yang lebih ok… action gitu… ๐Ÿ˜€

    Reply

  3. dimana ya… nyari istri yang kay gini,…(pengennn,,,,,,)

    Reply

  4. OSHIN OSHIN, moga aja kaya itu………..

    Reply

  5. jadi mengingatkan waktu itu he2
    jaman susah bgt dl nonton oshin
    sekarang gak terlalu ngikutin, kalo terkadang lewat aja ^_^
    sibuk nonton sinetron sekarang mah kekekek *parah*

    Reply

  6. wadaww.. pelem ini memang mantabs, ruarr biasa.
    sampai-sampai musik pengirinya saia jadikan ringtone hape saat ini

    Reply

  7. saya makin jarang nonton tivi, paling ya Bioskop trans jam 21, sambil nunggu ngantuk datang ๐Ÿ˜€

    Reply

  8. Posted by Wine on July 20, 2009 at 8:40 am

    Oshin… denger sountracknya aja uadah bikin angis…. hiks…hiks….hiks…

    Reply

  9. Posted by Senesh on July 31, 2009 at 5:47 pm

    Hi everyone,
    I’m a guy from Srilanka…I have seen this tele-series when i was a kid and i love it…cuz it is really a taught me about life… but now what i want from you is the theme sound track of this drama…please if you are a kind hearted person please do mail me this sound-track to “theroxstar@yahoo.com”…i owe you ๐Ÿ™‚

    Thank ya!

    Reply

  10. Posted by bagus on August 3, 2009 at 3:15 pm

    Gak seru kl istri manut aja sm suami.. lebih menarik kalo setara.. jadi istrinya jg komplain.. dan suaminya jd tergerak untuk tidak selalu terpuruk ekonominya..

    Reply

  11. Posted by arti on December 6, 2009 at 9:10 pm

    mengharukan….tp jgn salah jg krn byk kaum lelaki skrg jg tdk mengandalkan tenaga dan pikirannya untuk bs bertanggung jwb thdp kelanjutan hdp istri dan anaknya….yg jelas sm2 untuk saling memahami dan mengerti,,,hg bs saling berbagi…walaupun itu kesedihan dan penderitaan…..tdk hrus siapa yg mulai dluan tp kesadaran untuk bs jd manusia yg bijak,,,,th hrus berbuat ap,thdp sesuatu yg terjadi walaupun melalui proses,,,itulah kehidupan.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: