The Thirteenth Tale

the thirteenth taleThe Thirteenth Tale (Dongeng Ketigabelas)
Oleh Diane Setterfield
Dialih bahasakan oleh Chandra Novwidya Murtiana
Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama, November 2008
Sebanyak 608 halaman

Apakah ini cerita dongeng?? BUKAN. Tepatnya ini adalah cerita tentang seorang penulis biografi pengarang buku yang-tadinya- hanya menulis biografi dari orang-orang yang sudah meninggal dengan membaca karya-karya yang dihasilkan oleh orang terkait. Pekerjaannya ini berawal dari kesukaannya membaca buku-buku yang sudah lama terbit yang berada di toko buku ayahnya. Dan dengan dukungan si ayah, jadilah dia seorang penulis biografi yang lumayan dikenal, Margareth Lea.

Margareth Lea dikaitkan dengan seorang penulis dongeng terlaris-Vida Winter– yang setiap jumpa fans atau bertemu dengan wartawan dan ditanya tentang kehidupannya selalu menceritakan tentang dirinya dengan cerita yang berbeda-beda, tidak konsisten, sehingga membuat banyak wartawan atau pun masyarakat penasaran. Salah satu karya nya yang terkenal adalah Dongeng Ketigabelas yang hanya sempat beredar sebentar kemudian ditarik dari peredaran dan berganti dengan judul Dongeng-dongeng Perubahan dan Keputusasaan. Kenapa? Karena pada dongeng ketiga belas ini ternyata jumlah dongeng yang terdapat dalam buku adalah hanya 12 saja sedangkan yang ketiga belasnya hanya lembaran kosong tanpa tulisan apa-apa.

Disaat khalayak sudah menganggap Vida Winter adalah penulis yang cukup mempunyai banyak rahasia, Margareth Lea mendapat undangan dari Vida Winter untuk menulis biografinya. Lea Bingung? tentu saja. Tentu ada sesuatu hal kenapa tiba-tiba seseorang yang menyimpan sejuta rahasia mau mengungkapkan kebenarannya pada seseorang seperti Lea.

Vida Winter sakit, itu yang pasti. Dia ingin biografinya dituliskan. Dan seiring berjalan nya waktu penggarapan biografi ini, terkuak lah berbagai macam rahasia, intrik, kebahagiaan, kesedihan, cinta, pengharapan yang mengkaitkan seorang Vida Winter dan Keluarga Angelfield yang hanya bisa diketahui dari penalaran Lea karena Vida Winter tidak pernah mengungkapkan nya secara langsung kalau Lea tidak menebaknya lebih dahulu.

Yup, sebenarnya inilah kisah Vida Winter dan Keluarga Angelfield: Isabelle yang cantik dan keras kepala, Charlie, si kembar Adeline dan Emmeline yang liar, rumah besar Angelfield yang tua dan nyaris ambruk, serta semua penghuninya-hidup ataupun mati, beserta keturunan-keturunannya. Serta cerita tentang Margareth Lea yang juga menyimpan rahasia terbesarnya.

Novel ini, yang dua pertiga ceritanya cukup membuatku ga sabar dan bosan 🙂 karena sangat ingin tau akhirnya, suatu novel yang cukup rinci menjabarkan sifat dan karakter dari tiap-tiap tokoh dan cerita terbaiknya ada di sepertiga akhir novel. Apakah sebaiknya kita hanya membaca akhirnya saja? JANGAN. Karena kalian tidak akan mengerti ceritanya sama sekali apabila tidak membacanya dari awal.

Rangkuman ku dari cerita di novel ini:
Hal 1-100 — Masih pendahuluan. Awal Dongeng
Hal 101-200 — Keluarga Angelfield?? Gila aja keluarga ini. Ada apa dengan Lea?
Hal 201-300 — Ups, ada tokoh baru, siapa dia? Rahasia rumah Angelfield. Pertengahan Dongeng. Lagi-lagi keluarga Angelfield membuat keluar kata “HAHH”
Hal 301-400 — Guru privat untuk si kembar Angelfield, kenapa? Banyak tentang Lea dan pribadinyanya. Rahasia dibalik rumah megah Vida Winter
Hal 401-500 — Sebagian rahasia terungkap. Reuni ibu dan anak. Diary si guru privat. Akhir Dongeng. Kehilangan-kehilangan. Sudah keluar kata “OHHHH”
Hal 501-608 — Sebuah kehilangan lagi, semakin banyak rahasia yang terbuka. Keluarga yang terkumpul. Lea dan hidupnya. Dan Desah napas lega dariku 😀 dan kata “TERNYATA SEPERTI ITU YA CERITANYA…”

Cover buku diambil dari Ferina

Advertisements

4 responses to this post.

  1. happy ending kah????

    Reply

  2. kayaknya mba anna ini penggemar buku bgt deh.
    review nya membantu bgt lho…
    cocok buat blogger lain yg mau cari buku fiksi.
    jd pengen ke gramed nih….

    Reply

  3. waw, reviewmu semakin bagus, bu. ini buku keren dan sadis dan mengerikan dan gila. I love this book. Siap-siap baca Bad Men, dari Connolly juga. dah ada nih 🙂

    Reply

  4. artikelnya bagus bu…. sukses ya……

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: