Parahiyangan

”Kalo aku meninggal hari ini atau aku hidup seratus tahun lagi, kau tetap cinta sejatiku”

Gila banget ga sih kata-kata itu, gombal abizzzzz… Tapi, seandainya ada yang mengatakan itu kepadaku, aku pasti akan terpana dan bilang ”serius loe???? Abis makan apa tadi pagi?? 😀 ”

——- = ——-

Oke, cukup tentang hal-hal ga penting…..

terorisUpss.. ini bukan bermaksud mengatakan kalau aku seorang simpatisan tertentu atau aku seorang teroris-ga mungkin teroris semanis aku kan hehehe- tapi ini adalah gaya ku disalah satu permainan di Parahiyangan.
Cukup!!!! jangan berpikir kalo aku baru jalan-jalan lagi dari bandung-biaya ke yk kemarin aja masih ngutang hihihi- tapi aku dan teman-teman bermodal bensin 1 liter-plus pake baju kebanggaan

baju kebanggaan

baju kebanggaan

– pergi ke suatu tempat di Landasan Ulin (jalan arah Bandara Samsuddin Noor) yang bernama Resto dan Rekreasi keluarga Parahiyangan-sedikit promosi neh… Disini disediakan wahana semi outbound, seperti high rope, air soft gun, wall climbing, flying fox, trampolin, kolam renang anak-yang hampir diceburin oleh salah satu dari kita-kita yang kehausan hehehe.. Lumayan lah buat seru-seruan… Oh ya, ada juga tempat semacam aula yang bisa digunakan buat kumpul-kumpul, buat kopdar juga bisa kayaknya tuh…. 😀

Untuk masuk ke area permainan ini kita hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000,- dan tiket per permainan Rp. 15.000,- Cukup murah kan…

Oke, Permainan dimulai…… Yang pertama Air Soft Gun. Untuk 1 tiket kita memperoleh jatah 100 peluru dan bisa dimainkan bergantian. Aku lumayan kagum denganku sendiri karena bisa menembak 3 binatang, 2 kaleng coke dan 1 botol air mineral dengan berkali-kali peluru nyasar entah kemana dan 1 sasaran perlu sekitar 5 peluru baru kena 😀

Selanjutnya high rope… Antusias banget mo maen ini. Walau terlihat diatas_higropeyang naek kebanyakan anak-anak sedangkan dewasanya ga tau apakah takut atau gengsi sehingga cuma terlihat di permainan flying fox. Disini kita harus melewati 5 titian dari tali yang setiap tantangan sekitar 3-4 meter dengan ketinggian sekitar 5-6 meter (kalau ga salah perkiraan 🙂 )

Titian pertama; melewati ayunan dari kayu sebanyak sekitar 15 ayunan dengan 2 pegangan tali kanan dan kiri. Disini diperlukan keseimbangan kaki.
Titian kedua; jembatan tali yang dianyam. Cukup mudah karena anyamannya cukup aman dan kalo seandainya kita salah injak ga bakal jatuh ke bawah.
Tititan ketiga; berjalan diatas seutas tali dengan berpegang pada 2 tali yang menggantung di kanan dan kiri kita, yang mana untuk bisa terus kedepan kita harus melepaskan tali yang pertama dan mengambil tali yang kedua dan seterusnya.
Titian keempat; titian 1 tali dengan tumpuan 2 tangan pada tali yang permanen. Mirip jembatan papan kalo dikampung.
Titian kelima; titian 1 tali dan 1 pegangan yang horizontal.. cukup mudah kalo ga digoyang-goyang oleh penjaganya yang iseng karena melihat diriku sangat santai melewatinya..
Intinya, percaya diri sendiri ajah dan yakin lah kalo jatuh pasti kebawah hehehe….

Sayangnya disini cuma sempat 2 permainan itu, lain kali kalo kesana lagi pingin coba semua, itu juga kalo uangnya ada dan ga malu 🙂

Note: Buat teman-teman yang tau tempat-tempat permainan ekstrim lain dan mau mendanai, kasih tau yaa… Dengan senang hati diriku akan mencoba hohohoho…

Advertisements

12 responses to this post.

  1. tempatnya bagus, aku outbond si sana

    Reply

  2. kayanya asyik.

    Reply

  3. Wah kaosnya lucu tuh.. 😛
    sayangnya kemarin waktu ke balikpapan ga sempat maen kemana2, karena tiap sore pasti hujan deres, jadinya cuma bisa muter2 di sekitar hotel aja deh..

    Reply

  4. Boleh percaya boleh nggak, hampir semua permainan di tulisan ini belum pernah saya coba… 😆

    Btw, bicara soal parahiyangan, saya jadi kepikiran ayam goreng parahiyangan… :mrgreen:

    Reply

  5. wah .. setuju dengan kalimat² terakhirnya … saya juga mau ikuttzzzzzzzzz sama anna

    Reply

  6. nembak2 disitu murah segitu ?
    kesana ah kesana…. 😀
    *menyiapkan rompi anti peluru*

    Reply

  7. high rope mah keciiiil :p (padahal teriak-teriak berjam-jam dulu sebelum mau menginjakkan kaki ke titian serambut di belah tujuh, eh titian kedua).
    kita ke Genting yuuuk (bukan genteng ya, rin, ndeso banget sih dirimu hihihi).

    Reply

  8. eh salah: titian ketiga, maksudku.

    Reply

  9. Posted by mei on January 7, 2009 at 6:40 pm

    ikut lewat yach… sekalian comment deh… hehe..

    ko” gak nyobain trampolin???
    nyobain gimana rasanya terbang gitu…… he…

    Reply

  10. @soulharmony: lumayan kannn

    @syafwan: hooh… datengnya rame-rame lebih asyik

    @siwi: 😀 iya neh.. kalimantan cuacanya ga bs ditebak

    @adit-nya niez: anna jg cm baru kali itu nyoba, itu jg ga semua dit.. ayam parahiyangan?? baru denger 😀

    @nia: hayukkkkk…

    @warm: dua lapis om rompinyaaa.. 😛

    @mina: weh yang naeknya terakhir 😛

    @mei: trampolinnya kurang menggoda 😀

    Reply

  11. Salam knl ja nah.

    Reply

  12. parahyangan?
    restoran ya?
    mana???

    menunya enak ga?
    mau dong…
    es lemon tea ada?

    xixixixi

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: