Zaman Apa ini???

Berita terbaru di televisi;

seorang guru matematika SD di Sumatera Utara melakukan pencabulan pada 2 orang siswi nya-kelas V- dengan cara menyuruh kedua orang siswi tersebut untuk melakukan oral seks didepan kelas dengan disaksikan oleh teman-temannya 1 kelas yang kemudian -entah dengan cara apa, tidak dijabarkan- mencabuli kedua anak itu. Semua siswa yang ada diancam tidak boleh melaporkan kejadian itu kepada siapapun.
Kejadian ini terungkap saat teman dari 2 siswi tersebut melaporkan pada orang tua korban, yang langsung melaporkan kejadian ini ke Polisi. Hasil visum menunjukkan bahwa kemaluan 2 siswi tersebut mengalami kerusakan. Pelaku telah menghilang sejak 2 hari sebelumnya.
Kejadian ini mengundang reaksi dari Ketua Komnas Perlindungan Anak (kak Seto) dan dari Persatuan Guru Republik Indonesia.

Ada apa dengan negara kita?? **Lagi-lagi aku menanyakan ini setelah kejadian geng bocah beberapa waktu lalu** Ada apa dengan para orang-orang itu yang mengaku sebagai pendidik??? Sudah sering aku mendengar sosok pendidik melakukan kekerasan pada muridnya, ada juga yang melakukan pencabulan pada murid nya baik laki-laki atau perempuan, namun dilakukan tidak didepan murid yang lain, tapi ini……… Imbas dari kejadian ini tidak hanya pada kedua siswi yang menjadi korban tapi juga pada murid lain yang “menonton” kejadian itu.
Akankah ada diantara semua murid yang melihatnya akan mencoba ”melakukannya” juga?
Nauzubillah……

Apa sih sebenarnya maksud si pelaku?? Hasrat apa yang ingin dipuaskannya…. Untuk apa??? Kenapa harus anak-anak yang jadi korbannya…. Dan kenapa harus berkedok sebagai seorang pendidik?
Yah aku tau, orang seperti itu pasti mempunyai kelainan jiwa, apapun bentuknya. Tapi kenapa??? Pengaruh lingkungan kah, tontonan kah?? Ntahlah, aku ga habis pikir…..

Orang tuaku guru. Sudah lebih dari 30 tahun mereka menjadi pendidik… Dulu, tidak pernah terdengar hal seperti ini. Aku malah selalu bercita-cita menjadi guru seperti mereka. Tapi sekarang……… sosok guru yang baik dan bijaksana itu tertutupi oleh sikap segelintir orang “gila” yang entah bagaimana bisa menjadi pengajar. Benar kata peribahasa akibat nila setitik, rusak susu sebelanga….

Sungguh, aku sedih… sangat sedih… terbayang keluarga korban disana, tetesan air mata mereka ga sanggup mengatasi derita yang bakal dihadapi kedua korban dimasa mendatang, trauma yang dihadapinya dan semuanya…. Dan seandainya hukuman mati pun ga bisa membalikkan keadaan seperti sedia kala..

Advertisements

19 responses to this post.

  1. Posted by soulh on November 22, 2008 at 5:39 pm

    Guru kurang ajyar itu

    Reply

  2. D…oh… Pedofil buat saya memang sudah seharusnya dihukum seberat-beratnya…

    Reply

  3. Guru harusnya memang orang-orang yang istimewa, tidak bisa sembarang orang apalagi orang bejad.. Lah, saya guru?

    Reply

  4. zaman edan !

    Reply

  5. Maka dari itu guru mungkin perlu menjalanai test psikologi sebelum mengajar (seperti yang pernah saya baca, tapi lupa di mana????)

    Reply

  6. Tiga tahun yang lalu saya guru, sekarang blogger aneh, besok mau jadi presiden (apa hubungannya ya). Yang pasti hal itu terjadi karena desakan suatu perasaan yang terus membuncah. Kesejahteraan biologis guru harus di perhatikan. Kalau perlu, ada tunjangan perkawinan *ngarep ada, dan dapet* wakakak.

    Reply

  7. mestinya seorang pendidik itu mencontohkan akhlak yang baik, berhubung skrg profesi seorg pendidik hanya untuk sekedar pemenuhan materi, makanya moralnya jadi gitu ..
    ah .. pendidik itu tugasnya sangat berat!!

    Reply

  8. harusnya setiap org yg jadi guru dites dulu secara psikologi.kalo gak becus, ya tolak aja.

    Reply

  9. ….. namanya juga orang gila,
    pola fikirnya tidak bisa dipahami …

    Reply

  10. @soulh: bener.. guru gila !!

    @Amed: setuju!!! hukum ajah…

    @ManusiaSuper: apakah dirimu bejad?? tidak pada anak-anak kan?? 😀

    @Pakacil: edan banget bos..

    @Mr. Fortynine: anna juga berpikir seperti itu… tes psikologinya yang benar-benar dengan psikiater, bukan hanya jawab soal ajah..

    @syafwan: “karena desakan suatu perasaan yang terus membuncah”
    apa tuh ya??

    @nia: bener… kadang jadi guru hanya untuk mencari status sebagai PNS.. akhirnya,, moralnya ga karuan gitu

    @anas: setuju pak..

    @warmorning: orang gila yang salah tempat…. kenapa harus berada di sekolah…. 😦

    Reply

  11. Hasrat apa yang ingin dipuaskannya…. Untuk apa??? Kenapa harus anak-anak yang jadi korbannya…

    Seandainya orang itu punya istri, kenapa tidak meminta kepada istrinya saja yah?? 🙄

    Reply

  12. zaman hewan kalee…. klu guru kek gitu,, muridna gmana coba?? apa yang kan terjadi dengan Indonesia???

    Reply

  13. kenapa postinganmu makin lama makin berat, an? *gak baca*

    Reply

  14. Salam kenal

    Mau gabung n ikut kasin comment…!
    Prihatin kita melihat dan mendengar dan sungguh suatu perbuatan yang memalukan , telah terjadi perbuatan A moral yang dilakukan oleh guru kepada anak muridnya, menurut aku sih harus diambil tindakan yang tegas kepada guru yg melakukan perbuatan itu, sangsi yg diterima haruslah tegas yaitu pemecatan, dan mungkin juga untuk para guru agar menjadi shock terapi dan mungkin harus dilakukan pelatihan mental bagi para guru yg melakukannya.

    Reply

  15. Dites sekalipun nggak selalu bisa menjamin bahwa seseorang bisa sepenuhnya terjaga secara psikologis.

    Lulus tes juga kalau pada suatu saat orang tersebut berada dalam kondisi yg memungkinkan untuk ‘melakukan sesuatu’, bukan nggak mungkin kejahatan akan terjadi. 🙂

    Reply

  16. Ini kecanduan sex kronis , makin lama membutuhkan sesuatu yang makin gila untuk mendapatkan kepuasan. Sungguh mendukakan dunia pendidikan

    Reply

  17. @adit-nya niez: iyah,, bener tuh… tapi sepertinya dia belom punya istri deh dit..

    @rizoa: saya juga punya pertanyaan yang sama

    @mina: ahhh… cuma kebetulan nonton tivi aja bu… nge review berita 😀

    @Ikhsan: setuju….

    @ngageqdgamer: itulah yang susah… hal seperti itu susah ditebak…

    @wen : yah… saya jadi berduka…

    Reply

  18. Mungkin dia punya gangguan mental mbak..
    Ato lg ada masalah ma keluarganya..
    Guru BP harus lebih interaktif nich, biar kejadian serupa gak terjadi lg..
    Beri penyuluhan ke murid2nya gt..

    Reply

  19. @rampadan: pasti gangguan mental… muridnya menolak pastinya, tapi dengan ancaman2 mana berani anak kecil kayak gitu..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: