Garden of The Purple Dragon

Garden of The Purple Dragon
Oleh Carole Wilkinson
Diterjemahkan oleh Claudia
Diterbitkan oleh Penerbit Matahati, 2008
Sebanyak 422 halaman

Buku ini adalah lanjutan dari Dragon Keeper. Yang mana di Dragon Keeper, Ping yang ditinggal sendiri oleh Long Danzi dan Hua yang pergi ke pulau penuh berkah dengan anak dari Danzi yang diberi nama Long Kai Duan -Kai-seekor naga yang berwarna ungu. Ping yang tidak tahu harus tinggal dimana, merasa harus menjauh dari semua orang yang mungkin akan mengambil dan membunuh Kai, menjauh dari kekaisaran yang telah ditinggalkannya. Namun dia akhirnya memilih tinggal di Goa di Pegunungan Tai Shan, dekat Kolam Naga Hitam, yang menurut Ping merupakan tempat teraman karena tidak ada orang lain yang berani masuk ke Tai Shan kecuali kaisar sendiri.

Dengan bekal yang sangat sedikit yang diberikan oleh Danzi, Ping merawat Kai seperti merawat anak manusia. Berbicara dengan bahasa manusia, memberi makanan dan susu. Kai sangat suka berenang, suka mengganggu Ping dengan cakar-cakarnya apabila dia lapar atau ingin mengajak Ping bermain. Ping tidak suka, ini membuatnya stress dan merasa Kai ga seperti Danzi. Ping juga merasa kesal dengan Danzi yang terlalu sedikit memberi penjelasan tentang cara merawat bayi naga. Ping tidak sadar kalau Kai sebenarnya bisa berbicara dan Ping juga bisa mengajaknya bicara tapi dari pikiran bukan dari yang terucap di mulut, sama seperti Ping berbicara dengan Danzi dulu.

Pada suatu hari, turun hujan deras, Kai sangat lapar, Ping terpaksa berhujan-hujanan pergi keluar dengan maksud untuk memerah susu domba. Namun yang ditemuinya adalah domba yang mati dengan leher teriris. Perasaan Ping menjadi tidak enak, sama seperti dia didekat bahaya necromancer atau pemburu naga. Dengan bergegas Ping kembali ke Goa dan ingin membawa Kai pergi jauh dari kolam naga hitam.
Saat Ping merasa aman, ternyata yang ditakutkannya terjadi. Si necromancer mendatangi persembunyiannya, bermaksud untuk mengambil Danzi dan batu (dia tidak tahu kalau batu itu adalah telur dan sudah menetas). Disaat-saat genting, Ping mendapat bantuan dari seorang tikus yang datang menunggangi burung Phoenix, dialah Hua yang datang dikirim oleh Danzi dari pulau penuh berkah.

Selamat dari necromancer, Ping, Kai dan Hua ditangkap oleh pengawal kaisar. Ping disuruh tinggal di Pondok Ming Yang dan mendapat kembali jabatannya sebagai pengurus naga kekaisaran. Sebagai wujud rasa senang Kaisar Liu Che akan hadirnya naga kecil yang berwarna ungu, dibuatlah Taman Naga Ungu-Garden of the Purple Dragon-sebagai rumah dari naga yang terakhir. Namun dibalik sikap kaisar yang sepertinya sangat sayang pada Kai, Kaisar ternyata sangat terobsesi pada keinginan nya untuk awet muda dan hidup abadi sampai beratus-ratus tahun. Kaisar bersekutu dengan si necromancer untuk mendapatkan darah Kai sebagai obat awet mudanya.

Ping tidak mengetahuinya sampai dia ditinggalkan disuatu tempat yang jauh dari Pondok Ming Yang. Tempat dimana keluarga Yu, keluarga keturunan pengurus Naga terdahulu yang diperkirakan oleh Ping sebagai keluarganya. Dia ditinggalkan oleh Dong Fang Suo-penasihat kaisar-, Kai dan Jun –anak salah seorang dari keluarga Yu- ditengah jalan dan jatuh kejurang. Dengan setengah sadar, Ping berjalan dan akhirnya pingsan disuatu tempat yang tidak dikenalnya, yang ternyata, dia ditolong oleh ibu kandungnya sendiri yang bukan berasal dari keturunan keluarga Yu tetapi dari turunan keluarga Huan **catt: keluarga pengurus naga secara turun temurun hanya dari 2 keluarga yaitu Yu dan Huan**
Ditengah kebahagiaannya bertemu keluarganya, Ping disadarkan akan tugasnya untuk menjaga Kai. Danzi telah mempercayakan Kai pada nya dan Ping tidak ingin mengingkari janjinya.
Ping meninggalkan keluarganya dan kembali ke pondok Ming Yang. Namun sesampainya disana, tak ada seorangpun di Ming Yang, tapi mata batin Ping seakan mendengar suara kesakitan Kai. Dari sini, dimulai lah penyelamatan Ping terhadap Kai…

Bagaimana cara Ping menyelamatkan Kai? Bagaimana sikap Kai terhadap Ping selanjutnya? Untuk lengkapnya, ada baiknya kalian baca sendiri aja yaaa…. πŸ˜€

Advertisements

12 responses to this post.

  1. eh kok seorang tikus?

    Reply

  2. @edy: upss… seekor maksudnya hihihihi

    Reply

  3. wahh review buku yg bagus

    Reply

  4. nunggu cerita lengkapnya disini saja hihihi

    Reply

  5. Posted by anna on September 23, 2008 at 11:41 am

    weh… baca ndiri dunk boss..

    Reply

  6. wew..lengkap dan panjang euy πŸ™‚

    serasa dah mbaca bukuny aja πŸ˜€

    Reply

  7. Wah, perlu berapa hari untuk membaca buku setebal itu.

    Reply

  8. aku kapan ya bisa review buku soal jarang ada waktu baca 😦

    Reply

  9. Nunggu pinjeman…

    Reply

  10. @afwan auliyar: itu baru separo dari ceritanya lho… πŸ™‚

    @Edi Psw: cuma 2 hari kok pa… itu juga dah termasuk lama untuk baca novel anak πŸ˜€

    @Tony: termasuk orang sibuk yah… sempatin donk biar bs bagi-bagi ceritanya..

    @ManusiaSuper: ngga dipinjemkan.. πŸ˜›

    Reply

  11. Posted by suu on June 10, 2011 at 8:35 am

    Ada web buat download buku ini tidak ??
    Atau beli dimana buku nya ??
    Minta tolong kasih tau donk..
    Kalo bisa link yg bisa download aja..
    Biarr murahh… :D:D

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: