Senopati Pamungkas

Senopati Pamungkas #2
Oleh Arswendo Atmowiloto
Desain sampul oleh Dina Chandra
Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama, 2004
Sebanyak 1612 halaman

Sebuah buku tertebal dari sekian banyak buku yang pernah kubaca seumur hidupku. Senopati Pamungkas jilid 1 nya pun ga setebal ini, Cuma sekitar 1000 an halaman saja. Buku pelajaran ku dulu juga ga ada yang setebal ini πŸ˜€ Dan memerlukan waktu berbulan-bulan untuk membacanya-karena mood membaca yang naik turun- akhirnya …. Huihhh… **ngelap keringat** selesai juga.

Karena aku agak bingung menceritakan nya bagaimana, sebaiknya kita liat dulu sinopsis yang ada dicover buku, berbunyi seperti ini:

Baginda Raja Sri Kertanegara membawa Keraton Singasari ke puncak kejayaan yang tiada taranya pada awal sejarah keemasan. PAsukan Tartar yang berhasil menaklukkan dunia dipecundangi. Umbul-umbul berlambang singa berkibar ke seberang lautan.
Idenya mendirikan Ksatria Pingitan, semacam asrama yang mendidik para prajurit sejak usia dini, menghasilkan banyak ksatria. Di antaranya Upasara Wulung, yang sepanjang usianya dihabiskan di situ.
Upasara Wulung terlibat dalam intrik Keraton, perebutan kekuasaan, pengkhianatan, keculasan, terseret arus jago-jago kelas utama: mulai dari Tartar di negeri Cina, Pu’un Banten, puncak gunung, dengan segala ilmu yang aneh. Juga lintasan asmara yang menggeletarkan.
Ilmu segala ilmu itu adalah Tepukan Satu Tangan, di mana satu tangan lebih terdengar daripada dua tangan. Di banyak negara diberi nama berbeda, tetapi intinya bsama. Pasrah diri secara total.
Diangkat sebagai senopati oleh Raden Wijaya, yang mendirikan Majapahit dengan satu tekad: β€œSeorang brahmana yang suci bisa bersemadi, tetapi seorang ksatria mempunyai tugas bertempur, membela tanah air.
”

Yup, begitulah inti buku ini. Cerita tentang Keraton di tanah Jawa yang dipenuhi oleh musuh-musuh baik dari dalam keraton sendiri maupun dari luar keraton. Dijabarkan begitu banyak jurus-jurus ilmu silat, kitab-kitab, tokoh-tokoh sakti dengan kepribadian dan kemampuan yang diceritakan secara mendetail, serta cerita-cerita asmara antar tokoh-tokoh nya.

Adapun beberapa tokoh yang terlibat adalah :
Upasara Wulung, tokoh utama dicerita ini, seorang Ksatria yang tidak mengetahui asal usulnya secara pasti, dididik pertama kali sebagai Ksatria Pingitan dan dinobatkan menjadi Senopati oleh Raja Sri Kertanegara namun ditolaknya. Ilmu silat yang pertama dikuasainya adalah Benteng Terluka, selanjutnya setelah mengenal kitab bumi, semuanya berubah.
Gayatri atau Permaisuri Rajapatni, salah satu putri dari Raja Sri Kertanegara yang dipermaisurikan oleh Raja Majapahit. Namun dalam perjalanannya, dia dan Upasara Wulung saling mencintai.
Genduk Tri atau Jagattri, calon penari Keraton Singasari, yang dilatih silat dengan senjata andalan memakai selendang. Dia sangat mengagumi Upasara Wulung dan mencemburui setiap wanita yang mendekati Upasara.
Halayuda, salah seorang senopati Majapahit, gerak-geriknya penuh teka-teki, mempunyai ambisi yang sangat tinggi. Strategi, taktik nya selalu culas tapi berhasil ditambah lagi ilmunya yang sangat tinggi dan mampu menguasai jurus-jurus lain dalam waktu singkat hanya dengan melihat dan memahaminya.
Eyang Sepuh, ketua perguruan awan yaitu perguruan yang tanpa bangunan pendopo, perguruan yang intinya adalah penyatuan dengan alam sepenuhnya. Pembuat ajaran kitab bumi dengan jurus Tepukan Satu Tangan, namun sejak semula Eyang Sepuh tidak pernah menampakkan diri, hanya suaranya yang kadang terdengar.
Eyang Putri Pulangsih, pembuat ajaran Kitab Air, yang menurut cerita adalah seorang gadis yang diperebutkan oleh empat tokoh sakti yang diantaranya Eyang Sepuh. Putri Pulangsih memilih Eyang Sepuh, tapi ternyata Eyang Sepuh malah menolaknya.

Dan masih buaaaaaaanyak sekali tokoh-tokoh yang diceritakan dibuku ini dengan mendetail.

Bagi yang suka mempelajari cerita-cerita tentang kerajaan-kerajaan di zaman bahela dan tentang jurus-jurus silat, kayaknya cocok banget untuk membaca buku ini, tapi sebelumnya baca dulu yang jilid 1 nya ya πŸ˜€ Ada sedikit banyak kesamaan nama tempat dengan buku Negara Kelima. Namun untuk memahami ceritanya lebih mudah Senopati Pamungkas daripada Negara Kelima. πŸ™‚

Advertisements

9 responses to this post.

  1. hahaha ini salah satu buku wajib
    dari jaman dulu waktu terbit di majalah Hai
    trus terbit jadi bbrp buku, sampe akhirnya jadi satu buku tebal, bersanding mesra dengan Musashi
    caplang [rasa] ga rugi deh bacanya πŸ˜€

    Reply

  2. OMG.. itu buku tebel bets.. kalah deh skripsi..

    Reply

  3. @edy: tepatnya jadi DUA buku tebal πŸ™‚
    @ridu: di tempatku skripsi malah tipis-tipis, gak sampe 100 halaman πŸ™‚

    @anna: *menjura* bahkan aku belum baca hehehehehe

    Reply

  4. Posted by anna on August 11, 2008 at 11:26 am

    @edy: wah, baru tau kalau dulunya ini buku terbagi atas banyak buku… lebih tebal buku ini daripada Musashi πŸ™‚

    @ridu: yoi…. skripsi yang anna tau masih tipis… jauhhhhhh… πŸ˜€

    @mina: ayukk bu, bacaaaaa………….

    Reply

  5. minjem ahhhh πŸ˜€

    Reply

  6. Posted by anna on August 14, 2008 at 2:44 pm

    @warmorning: baca buku 1 nya dulu bos…

    Reply

  7. Akhir kisah yang menggantung sebenarnya sangat mungkin dilanjutkan lagi, mungkin sampai jaman keemasan Gajah Mada.

    Yah memang buku ini sangat mengasikkan, saya cuma butuh 3 minggu untuk membacanya (all day Sabtu-Minggu, malam di hari kerja), selalu penasaran dengan kelanjutannya πŸ˜€

    Reply

  8. @Wiras Adi: cuma 3 minggu??? wahh.. aplaus buat Wiras…. keren banget…

    Reply

  9. Posted by youngky on October 23, 2009 at 12:02 pm

    tembang tanah airnya masih ngantung tuh…siapa yang bisa bantu mas wendo ngetikin kelanjutannya ?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: