Liat berita akhir-akhir ini ga?? Tentang sunatan massal yang diadakan oleh Badan Kordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Riau menggelar sunatan massal di Kantor Camat Siberida, Pekanbaru.
Anak yang bernasib malang berumur 9 tahun itu adalah “K”-maaf saya ga enak menyebutkan namanya- yang saat disunat oleh “S”, ujung kelaminnya terpotong seluruhnya sampe ke daging-dagingnya.
“K” yang tadinya mendapat nomor urutan paling buncit dari 170 peserta sunatan massal meminta untuk didahulukan karena ga sabar menunggu. Namun, nasib kurang baik ternyata menghampirinya.
Hari itu juga “K” dibawa ke Rumah Sakit Indrasari Inhu Rengat dan dilakukan operasi penyambungan. Tapi setiap buang air kecil terlihat ada rembesan air kencing pada tempat sambungan dan masih berdarah.
Karena tidak ada perkembangan, “K” dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru untuk dilakukan operasi ulang penyambungan tersebut.
Sebelumnya, juga ada insiden yang terjadi saat sunatan massal di Lambung Bukik, Kelurahan Lambuang Bukik Kecamatan Pauh, Padang 21 Mei 2009 pada anak “I” (10 tahun) dan saat sunatan massal di Puskesmas Aie Dingin, Kelurahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Padang 1 Juli 2009 pada anak “SA” (12 tahun). Pada 2 anak tersebut hanya terjadi sayatan yang dalamnya kurang lebih 3,5 – 4 mm -tidak sampai terpotong seperti “K”- namun juga sempat dirawat di Rumah Sakit Rumah Sakit M Djamil Padang.
Melihat hal ini, terutama untuk anak “K”, saya pribadi prihatin banget. Kok bisa terjadi??? Anggaplah operasinya berhasil dan bisa tersambung kembali, namun bagaimana nantinya saat dia dewasa dan menikah. Apakah kelaminnya akan berfungsi normal?? Saya harap begitu,, kasihan….
Sumber informasi diambil dari Tribun Pekanbaru dan Detik News

warm said,
July 15, 2009 at 11:08 am
argh.. ngebaca tentang itu
saya cuma bisa mual mules,
kok bisa-bisanya ergh
gimana ntar masa depan anak ituu
*duh… saya musti ngejagain si sulung pas sunatan ntar nih*
ergh,. horror !!
soulharmony said,
July 15, 2009 at 5:32 pm
menurut bu dokter bisa ga disambung pake pen misalnya kaya operasi kaki ?
Rizal Islami said,
July 16, 2009 at 7:55 pm
kita doakan moga bisa kembali normal lagi
pakacil said,
July 16, 2009 at 9:57 pm
saya tak mengerti bagaimana secara medis, namun tentu saja didoakan, semoga jangan sampai malfungsi.
membayangkannya saja saya sudah merasa ngeri
bagaimana kalau punya dokternya juga dipotong dengan proporsi yang sama?
ALRIS said,
July 20, 2009 at 2:17 am
Wah, ngeri…. Itu jelas kerjaan tenaga medis yang gak profesional. Jangan2 yang nyunat gak biasa sunatan. Perlu diselidiki dan diambil tindakan yang setimpal, tuh.
anas said,
July 27, 2009 at 5:38 pm
kasian bgt tuh anak.
masa depannya jd hancur gara2 kejadian bbrapa menit.
smoga diberi kesabaran,amin.
Edi Psw said,
August 15, 2009 at 9:42 pm
Saya yakin kalo untuk pipis pasti bisa.
Hehehe…
ichanx said,
August 18, 2009 at 8:53 pm
udah sebulan euy belum diapdet…