Menunggu
Sebelumnya, ini bukan tentang lagunya Ridho Rhoma yaaaa…. hehehe
Menunggu adalah hal yang menyebalkan. Itu adalah menurut sebagian besar orang-menurut saya juga pasti-
Banyak hal yang membuat kegiatan menunggu ini menjadi hal yang sangat tidak mengenakkan. Terutama bila kita menunggu seseorang dan tentu saja ada hal-hal yang harus kita hindari saat menunggu.
Misal neh:
- Tempat
Sebaiknya jangan di tempat yang mengundang perhatian banyak orang, seperti:
- pinggir jalan raya; karena kita terlihat seperti orang aneh yang celingak celinguk kesana sini dan pasti akan di tegur para supir angkot
- pasar; ntar dikira mo jual sayur
- rumah sakit; ini kurang kerjaan sie, ngapain juga mo ketemuan di Rumah Sakit kecuali mo ketemuan tuk jenguk orang sakit, sekalian aja donor darah, kan jadi amal hehehe
- terminal; ntar ada yang nawarin jadi kondektur, sayang kan dah dandan cakep-cakep.. lumayan juga sih bisa dapat penghasilan tambahan, tapi kalo dikira copet kan susah..
Sebaiknya, tunggu saja di rumah atau di mall sambil bawa buku atau cemilan yang banyak supaya ga bosen, ato juga bawa pemutar musik (mp4/mp3/ipod/hape/tape/radio terserah deh).. Pasti ga bosen.
Tapi jangan sambil joget-joget tuh dengar musiknya kalo ga mau dikira lagi ngamen
- Suasana
Jangan janji ketemu orang lain kalau: suasana hati lagi ga enak, hujan, badai/petir, banjir, tsunami, gempa, tanah longsor, perang de el el dah..
Kondisi harus benar-benar fit/sehat baik lahir atau batin dan alam juga mendukung.
- Waktu
Jangan mau menunggu di tengah malam (ntar yang datang bukan yang dimaksud.. serem kan..); waktu beribadah-shalat,bagi yang muslim atau saat kebaktian bagi yang Kristiani-; waktu makan, kalau kalian ga bawa duit dan dia nya yang ditunggu ga datang waaahhh bisa bikin para pengidap penyakit maag jadi punya penyakit tambahan tuh, Darah Tinggi, heuheuheu
Jadi, tunggulah diwaktu-waktu yang ga terlalu menyusahkan, misal antara pukul 10.00 – 12.00 atau pukul 15.00 – 18.00, dan ingat, bawa Duit..
Setelah prolog cerita diatas-yang sangat ga penting
-, sebenarnya yang mau saya omongkan adalah tentang hal yang sebagian orang ga mau tunggu dan cenderung ingin dihindari dalam keadaan sadar/ga sadar yang padahal kita hidup didunia ini adalah untuk itu, yaitu “MENUNGGU AJAL“.
Selain para ulama dan orang-orang yang diberkahi Allah, saya rasa sebagian besar dari kita ga ingin menunggu hal itu, memikirkan nya aja sudah membuat hati ga karuan. Sebenarnya itu adalah janji Tuhan terhadap kita dan kita menyetujuinya saat pertama kali kita akan diberi nafas.
Mengingat hal itu, menunggu seseorang atau menunggu telepon atau menunggu gajian atau menunggu jodoh sekalipun jadi akan kalah gugupnya dari memikirkan menunggu ajal ini.
Sudah siapkah kita??
“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS. An-Nisa 7-8)
Sudah jelas disebutkan di atas tentang hal yang harus kita tunggu. Kapan, dimana, saat apa, kita sedang ngapain, tidak ada yang tau. Jadi teman-teman-sedikit ingin menggugah hati kalian- BERHATI-HATILAH!!!
Semoga kita sudah siap saat yang harus kita tunggu itu datang….
nb. Thanks to sahabat terbaikku yang mau mengirimkan taushiyah nya setiap pagi.. membuang pulsanya tanpa mengharapkan balasan kepada saya yang masih suka tergoda kenikmatan dunia…
& untuk teman-teman lain yang juga mo mendapatkan taushiyah yang sama, bilang saya deh (nama & nomor telepon) ntar ta kasih tau sahabat saya itu, gratisss… Maaf ini bukan iklan…
Pensiun?? Saya Mau….
Barusan terpikir untuk merencanakan kegiatan saya saat pensiun nanti.
Ada beberapa pilihan:
- Buka warung kecil-kecilan di depan rumah sambil jaga anak-anak dan cucu, dengan menu khas tumis kangkung dan mie pake telor+bakso+kerupuk (paket neh..
) - Jadi ibu kost, tempat masih dipikirkan..
- Membuka penginapan dengan nuansa muslim. Maksudnya bukan berarti yang non muslim tidak boleh menginap.. boleh saja… hanya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi; diantaranya tidak boleh pria dan wanita yang tidak bekeluarga berada dalam 1 kamar. Pingin nya penginapan ini dibuka di Kepulauan Bali
Yah didaerah Tabanan lah misalnya hehehe.. Kenapa disana? karena ada seseorang yang sudah ada disana menunggu tentunya
Dan bisa setiap hari bersantai, berwisata dan ke pantai.. hmm..
Nah, ada ide lain?? Saya menerima dan terbuka terhadap ide-ide baru.. Welcome..
nb. bagi yang belom tau saya, jangan berpikiran kalo saya dah tua ya sehingga sudah memikirkan tentang Pensiun.. Ini kan antisipasi dini biar entar gak bingung lagi hehehehe……..
Kok Semakin Hari Makin Menggunung??
Ada pemandangan yang kurang mengenakkan di daerah Banjarbaru dan sekitarnya dalam seminggu ini.
Banyaknya sampah yang menggunung di tiap tempat pembuangan sampah sementara lah yang membuat pemandangan kurang sedap-selain baunya juga-. Agak aneh menurut saya karena biasanya saat saya berangkat kekantor sampah-sampah ini sudah terangkut dan dan tak terlihat lagi di tempat pembuangan sampah itu, tapi sekarang, jangankan pagi, siang aja masih ada sehingga karena sudah terkena panas dan dah berhari-hari, baunya sudah membuat kita harus memencet hidung.
Gak hanya di daerah Banjarbaru saya liat, tapi di daerah Loktabat juga, malahan sampah-sampah itu sudah mengambil setengah bagian jalan. Sejauh ini saya liat ada 4 tempat pembuangan sampah di lokasi yang berbeda yang berada dalam kondisi demikian.
Ada apa ya?? Apa memang setiap harinya makin banyak yang membuang sampah? Dan kenapa yang membuang sampahnya ga didalam bak tapi malah sampe meluber keluar?
Kayaknya kita perlu memikirkan bagaimana cara mengurangi produksi sampah ditiap rumah yang dibuang ke tps. Misal dengan membuat pupuk dari sampah organik, mungkin akan ada gunanya. Mari kita coba memikirkan solusi untuk masalah-masalah umum seperti ini dan sama-sama belajar memperbaikinya
Gambar dari sini
Recent Comments