Waspada Saat Maut Mengancam

Menyorot kejadian tragis di Jakarta beberapa hari yang lalu, tentang sebuah mobil yang menabrak puluhan anak-anak yang berjalan di trotoar pulang bermain futsal di Monas, yang menyebabkan 8 orang meninggal di tempat, 1 orang meninggal di rumah sakit dan yang lainnya kritis.
Sempat kaget banget mendengar berita ini, melihat anak-anak itu menangis-menangisi dirinya dan teman-temannya- sungguh membuat hati juga berduka.
Tadinya saya belum tau siapa penabraknya sampai diberitakan kalau penabraknya adalah seorang wanita berusia 29 tahun, perawakan agak gemuk, yang tidak terlihat stress atau nangis atau gimana gitu habis nabrak orang.. Bermasalah kayaknya tu orang. Apa dia baru bisa nyetir mobil ya??
Emosi lo lihatnya…

Ga kebayang gimana perasaan para orang tua mereka, yang tadinya melihat anaknya berangkat bermain dengan riang gembira namun pulang dalam keadaan tidak bernyawa. :( Hukuman mati pun tidak dapat mengobati duka mereka

Perlu digaris bawahi kalau anak-anak itu jalan ditempat yang benar, di TROTOAR lo…. tempat paling aman bagi pejalan kaki, seharusnya..
Jadi, siapa yang salah? Tentu saja terutama si wanita ini (menurut saya). Khabar terakhir dia positif pengguna Shabu. Tidak heran ngelihat kelakuannya..

Sekarang jadi berpikir-merenung-menyadari… tidak ada tempat yang aman dimanapun saat MAUT memang sudah mengintai..

Tingkatkan do’a, ibadah dan bersikap baik lah, sehingga saat maut itu datang kita dalam keadaan baik, tidak dalam keadaan hina/nista..

Kejutan Tahun 2012

Awal tahun 2012 penuh dengan sesuatu yang mengejutkan yang kayaknya ga akan terlupakan.
Dimulai pukul 19.30 wita, dengan terdengar tangisan masuk dalam rumah yang ternyata adalah tante dan sepupu yang membawa anaknya yang sedang dalam keadaan kejang dengan wajah sedikit membiru, diikuti nenek yang sambil berzikir berjalan pelan-pelan juga dalam keadaan mau menangis. Perlu diketahui, si nenek punya riwayat penyakit jantung.

Dalam keadaan setengah sadar-karena tadinya ketiduran- diriku lari keluar ngeliat si baby terus ke dapur ngambil air untuk ngompres kepalanya pake tangan yang kubasahin. Iparku inisiatif ngasih alkohol di lipatan-lipatan tubuhnya. Sedangkan sepupuku dan tante masih terus manggil-manggil nama si kecil dengan kalutnya.
Ngomong-ngomong si kecil baru berumur 4 bulan an, cewek…

Akhirnya bapakku membawa mereka ke IGD.. untunglah gapapa dan ga rawat inap. si Nenek juga ga kumat jantungnya :)

Keadaan sudah sedikit tenang, saat hujan turun dengan derasnya sekitar pukul 23.00 wita. Dan terjadilah banjir… Air nya bukan masuk melalui pintu tapi melalui rembesan di lantai, jadi ga bisa ditutupin..
Dan saat pukul 00.00 wita, diriku cuma teriak “selamat Tahun baru” sambil ngangkat 2 ember dan berjalan pelan supaya ga jatuh tergelincir.. :D

Hujan berhenti sekitar pukul 01.00 wita dan baru bisa merebahkan badan sekitar pukul 03.00 wita

Seumur hidup, baru kali ini malam tahun baru seperti ini.
Tanpa sempat ngucapkan sesuatu buat “seseorang”, tanpa sempat update status, tanpa sempat merenung…

Selamat Tahun Baru semuanyaaa….. Semoga tahun 2012 ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Dan…. siapkan resolusi baru :D padahal resolusi sebelumnya belum terwujud hihihihi

Menurut saya, Tes Kesuburan itu???

Hemmm… kenapa saya membahas ini? Cuma sedikit merasa gimanaaa gitu kalo ngeliat iklan alat pengetes kesuburan wanita.Mungkin karena saya belum berkeluarga jadi ga terlalu akrab dengan alat-alat ini.

Sebelumnya, tolong jangan menjudge berlebihan dahulu tentang tulisan ini, karena ini murni hanya opini pribadi saja. :D

Oke, yang ingin saya pastikan terlebih dahulu adalah alat tes kesuburan dan tes kehamilan di jual bebas dan ada dipasaran bahkan di pasar-pasar tradisional, jadi siapa pun bisa beli. Benar kan?

Mengapa alat tersebut diciptakan? Tentu saja untuk mempermudah pasangan suami istri dalam mengatur masa kehamilannya. Sedikit banyak membantu program pemerintah dalam Keluarga Berencana (KB). Saya setuju.

Nah sekarang, mengapa saya merasa alat tersebut malah bisa berpotensi disalahgunakan oleh orang-orang yang ingin melakukan “sesuatu” yang mungkin kurang baik?

Misalnya; tentang tes kesuburan; untuk suami istri yang legal, ini benar disebut untuk membantu dalam hal perencanaan KB. Untuk suami istri tidak legal alias pasangan kumpul kebo ato pasangan muda mudi “berpacaran”-maksudnya disini berpacaran yang bebas-, alat tersebut mungkin sangat berguna karena mereka tidak ingin hamil jadi saat tidak subur “bisa” lah…

Sekarang bisa dinalarkan, Kenapa banyak kasus perempuan yang menikah sudah tidak perawan? kenapa banyak kasus aborsi? Kenapa kegiatan prostitusi makin merajalela?

Intinya, ALAT INI TIDAK SALAH, yang membuat juga tidak salah. Mungkin yang perlu diperbaiki adalah segi pemasarannya, menurut saya sebaiknya lebih diperketat. Jangan dijual bebas dipasaran, mungkin perlu dijual diapotik -bukan toko obat- berijin resmi saja dan perlu diawasi peredarannya.

Sekali lagi, ini hanya opini saya yang kebetulan lewat di otak saya sekarang ini :)

 

Gambar dari sini

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.